KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Medika, resmi meluncurkan proyek pembangunan dan renovasi fasilitas infrastruktur kampus yang spektakuler pada Rabu, 09 April 2026. Proyek ambisius senilai Rp 45 miliar ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan standar pendidikan kesehatan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern dan komprehensif bagi seluruh civitas akademika.
Upacara peluncuran proyek dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, S.H., M.Hum., bersama jajaran pimpinan universitas, dekan Fakultas Medika, para dosen, mahasiswa, perwakilan Pemerintah Daerah Kota Kendari, dan tim kontraktor pelaksana konstruksi. Acara yang berlangsung meriah ini menandai dimulainya transformasi fisik kampus yang akan mengubah lanskap pendidikan kesehatan di Sulawesi Tenggara.
### Latar Belakang Perlunya Pembangunan Infrastruktur
Keputusan untuk melakukan investasi besar dalam pembangunan infrastruktur bukan keputusan yang tergesa-gesa. Dalam beberapa tahun terakhir, Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah mahasiswa, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 25 persen per tahun. Peningkatan ini turut membawa tantangan dalam hal ketersediaan fasilitas pembelajaran dan fasilitas penunjang yang memadai.
Menurut data internal universitas yang diperoleh penulis, saat ini Fakultas Medika menampung lebih dari 1.200 mahasiswa aktif yang tersebar dalam program studi Ilmu Keperawatan, Kebidanan, dan Kesehatan Masyarakat. Angka ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan tenaga profesional kesehatan yang berkualitas.
Tantangan infrastruktur yang dihadapi tidak hanya menyangkut ketersediaan ruang kuliah, tetapi juga laboratorium, fasilitas praktikum klinis, perpustakaan, dan area pendukung lainnya. Beberapa bangunan di kampus ini telah berusia lebih dari 15 tahun dan membutuhkan pembaruan signifikan guna memenuhi standar internasional dalam pendidikan kesehatan.
### Skop Pembangunan dan Rencana Kerja
Proyek pengembangan infrastruktur ini mencakup beberapa aspek penting yang dirancang untuk memberikan dampak transformatif bagi keseluruhan ekosistem pembelajaran. Pertama adalah pembangunan gedung laboratorium terintegrasi senilai Rp 18 miliar yang akan dilengkapi dengan peralatan modern dan standar biosafety level 2.
Laboratorium baru ini akan dilengkapi dengan fasilitas untuk praktikum biokimia klinis, mikrobiologi kesehatan, hematologi, dan parasitologi. Seluruh ruang dirancang dengan sistem ventilasi dan keamanan tinggi untuk mendukung pembelajaran praktis mahasiswa sesuai standar internasional.
Kedua adalah renovasi menyeluruh terhadap gedung Rumah Sakit Simulasi (SimRs) senilai Rp 12 miliar. Fasilitas ini merupakan jantung dari praktikum klinis mahasiswa keperawatan dan kebidanan. Renovasi mencakup pembaruan sistem electrical, penambahan ruang simulasi baru, peningkatan kapasitas tempat tidur simulasi dari 20 menjadi 40 unit, serta pengadaan manikin dan peralatan simulasi medis generasi terbaru.
Ketiga adalah pembangunan perpustakaan digital dan resource center senilai Rp 8 miliar yang akan menjadi pusat pembelajaran modern dengan koleksi jurnal elektronik, e-book, dan database kesehatan internasional. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan ruang belajar kolaboratif, studio produksi konten edukasi, dan area diskusi kelompok.
Keempat adalah renovasi Gedung Kuliah Utama senilai Rp 7 miliar yang meliputi peningkatan sistem audio-visual, penambahan kapasitas ruang, perbaikan sistem pendingin udara, dan pemasangan teknologi pembelajaran interaktif di semua ruang kuliah. Terakhir, alokasi Rp 5 miliar akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur pendukung seperti toilet dan fasilitas kebersihan, area parkir, serta taman dan ruang publik yang lebih ramah lingkungan.
### Visi Jangka Panjang dan Akreditasi
Menurut ketentuan timeline yang telah ditetapkan, seluruh proyek akan diselesaikan dalam jangka waktu 18 bulan, dengan target penyelesaian pada Oktober 2027. Pihak universitas telah memilih konsorsium kontraktor berpengalaman dalam pembangunan fasilitas kesehatan untuk memastikan kualitas pekerjaan yang optimal.
Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Suwandi, M.Eng., menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan investasi strategis yang diharapkan dapat meningkatkan akreditasi institusi dan program studi.
“Kami memahami bahwa akreditasi internasional menjadi aspirasi bersama. Dengan fasilitas yang lebih baik, laboratorium yang modern, dan teknologi pembelajaran terkini, kami yakin dapat mencapai standar akreditasi ASIIN atau bahkan NCLEX untuk program keperawatan kami,” ujar Dr. Suwandi dalam wawancara eksklusif, Kamis 10 April 2026.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Medika, Prof. Dr. H. Muh. Fadli Syaiful, S.Ked., M.Kes., yang menekankan komitmen fakultas terhadap peningkatan kualitas.
“Infrastruktur yang baik adalah fondasi dari pendidikan kesehatan yang berkualitas. Kami tidak hanya membangun gedung dan laboratorium, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik. Setiap fasilitas dirancang dengan melibatkan masukan dari dosen, mahasiswa, dan stakeholder kesehatan eksternal,” jelasnya.
### Dampak bagi Mahasiswa dan Pembelajaran
Bagi mahasiswa Fakultas Medika, pembangunan infrastruktur ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pengalaman belajar mereka. Saat ini, keterbatasan fasilitas laboratorium sering kali mengharuskan mahasiswa melakukan pembelajaran praktikum secara bergilir, yang tidak efisien.
Mahasiswa Angkatan 2024 Program Studi Ilmu Keperawatan, Nur Fadilah, mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek ini.
“Kami sangat senang mendengar ada pembangunan fasilitas baru. Saat ini, sering terjadi antrian panjang untuk menggunakan laboratorium, dan equipment yang ada terbatas. Dengan laboratorium baru dan SimRs yang lebih besar, diharapkan semua mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman praktikum yang lebih baik dan lebih intensif,” ujar Nur Fadilah, mahasiswa tingkat tiga yang juga aktif dalam organisasi BEM Fakultas Medika.
Dari perspektif akademik, pembangunan perpustakaan digital akan membuka akses yang lebih luas kepada mahasiswa untuk mengakses literatur kesehatan terkini. Dengan anggaran pengadaan jurnal elektronik dan database kesehatan internasional yang sudah dialokasikan, mahasiswa akan memiliki akses ke ribuan jurnal dari platform seperti PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest Health Complete.
“Ini sangat penting karena penelitian dan pembelajaran berbasis evidence adalah kunci dalam profesi kesehatan,” tambah Prof. Fadli ketika ditanya mengenai pentingnya resource center digital.
### Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
Proyek pengembangan infrastruktur senilai Rp 45 miliar ini juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan bagi komunitas lokal di Kendari. Selama masa konstruksi 18 bulan, diperkirakan proyek ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 200-250 orang, mulai dari tenaga kerja terampil hingga profesional kontraktor.
Direktur Operasional PT Mitra Bangun Nusantara, kontraktor utama proyek, Budi Harjanto, S.T., menyatakan komitmennya untuk melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak mungkin.
“Kami akan merekrut minimal 60 persen tenaga kerja dari Kendari dan sekitarnya. Kami juga berkomitmen memberikan pelatihan dasar keselamatan dan kesehatan kerja kepada semua pekerja,” kata Budi Harjanto dalam sesi briefing khusus dengan media, pekan lalu.
Selain itu, proyek ini juga akan meningkatkan daya saing lulusan Fakultas Medika di pasar tenaga kerja. Dengan fasilitas modern dan pengalaman praktikum yang lebih mendalam, lulusan universitas ini akan lebih siap menghadapi tantangan profesional di dunia kesehatan.
### Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial
Universitas Muhammadiyah Kendari juga menekankan aspek keberlanjutan lingkungan dalam proyek ini. Semua bangunan baru dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi energi, penggunaan bahan ramah lingkungan, dan sistem manajemen limbah yang proper.
“Sebagai institusi pendidikan kesehatan, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan. Oleh karena itu, semua bangunan baru akan menggunakan teknologi hemat energi seperti solar panel untuk beberapa area, sistem air hujan, dan material konstruksi yang sustainable,” terang Dr. Suwandi lebih lanjut.
Universitas juga telah mengalokasikan dana khusus untuk program community engagement selama masa konstruksi, termasuk pendampingan kepada UMKM sekitar kampus yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul.
### Penutup
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari senilai Rp 45 miliar pada 09 April 2026 menandai babak baru dalam sejarah institusi. Proyek ambisius ini bukan sekadar tentang pembangunan gedung dan peralatan, tetapi juga tentang visi untuk menciptakan pendidikan kesehatan yang lebih berkualitas, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari kepemimpinan universitas, komitmen dari seluruh civitas akademika, dan kerja sama dengan berbagai stakeholder, proyek ini memiliki potensi besar untuk mengubah landscape pendidikan kesehatan di Sulawesi Tenggara. Dalam 18 bulan ke depan, Kendari akan menyaksikan transformasi fisik yang signifikan, dan pada Oktober 2027, Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari akan hadir dengan wajah baru yang lebih modern dan siap menghadapi tantangan pendidikan kesehatan abad ke-21.
—
Diterbitkan: 09 April 2026
Penulis: Tim Jurnalistik Kampus
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara