KENDARI – Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan acara seminar, webinar, dan kuliah umum bertajuk “Inovasi Terkini dalam Praktik Klinis dan Farmasi Modern” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga 16.30 WITA ini menghadirkan berbagai pembicara ahli dari institusi kesehatan terkemuka di Indonesia, serta diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga medis, dan masyarakat umum dari Sulawesi Tenggara.
Kehadiran acara ini mencerminkan komitmen Fakultas Medika Unismuh Kendari dalam meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan dan memberikan platform bagi para profesional medis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkini. Selain itu, seminar ini juga bertujuan untuk memperkuat networking antar institusi kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inovasi dalam praktik klinis.
Latar Belakang Penyelenggaraan Seminar
Perkembangan dunia kesehatan global mengalami transformasi yang sangat cepat, terutama pasca pandemi COVID-19. Teknologi medis, metode diagnosis, dan terapi farmakologis terus berkembang dengan pesat. Mengingat tantangan ini, Fakultas Medika Unismuh Kendari merasa perlu untuk menyelenggarakan sebuah forum ilmiah berskala nasional guna memastikan mahasiswa dan tenaga medis di kawasan Sulawesi Tenggara tidak ketinggalan dari perkembangan medis terkini.
“Dalam konteks pendidikan tinggi kesehatan, kami memiliki tanggung jawab untuk selalu update dengan perkembangan terbaru dalam dunia medis dan farmasi. Seminar ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada mahasiswa dan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara,” ujar Prof. Dr. Bambang Harianto, Dekan Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara.
Acara ini juga didukung penuh oleh rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari dan berbagai mitra strategis dari rumah sakit, puskesmas, dan organisasi profesi medis di tingkat lokal maupun nasional.
Rangkaian Acara dan Pembicara Utama
Seminar hari ini diselenggarakan dalam format hybrid, memungkinkan peserta untuk mengikuti baik secara luring maupun daring. Aula Utama Fakultas Medika Unismuh Kendari dijadikan sebagai venue utama, sementara partisipan online dapat mengikuti melalui platform Zoom dan YouTube Live yang disediakan oleh panitia penyelenggara.
Pembicara pertama adalah Dr. dr. Suryanto Wijaya, Sp.PD., M.Kes., seorang konsultan penyakit dalam terkemuka dari Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta. Dalam presentasinya berjudul “Manajemen Penyakit Kardiovaskular di Era Digitalisasi,” Dr. Suryanto memaparkan tentang penggunaan teknologi artificial intelligence dalam diagnosis dan pengelolaan penyakit jantung.
“Teknologi AI bukan lagi sesuatu yang futuristik. Hari ini, kami sudah menggunakan machine learning untuk analisis EKG, CT scan, dan data pasien secara real-time. Saya sangat mendorong institusi pendidikan medis di daerah untuk mulai mengintegrasikan pemahaman tentang teknologi ini ke dalam kurikulum,” jelas Dr. Suryanto Wijaya kepada peserta yang memenuhi aula dengan antusias.
Pembicara kedua, Prof. Dr. Apt. Siti Nurhaliza, M.Pharm., Ph.D., dari Departemen Farmasi Universitas Indonesia, membahas topik “Pengembangan Obat Inovatif dan Tantangan Regulasi Farmasi di Indonesia.” Prof. Siti menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang farmakogenomik dan personalized medicine dalam praktik farmasi modern.
“Kami seharusnya tidak hanya memahami farmakologi secara umum, tetapi juga bagaimana respons individual pasien terhadap obat berbeda-beda berdasarkan profil genetik mereka. Ini adalah masa depan farmasi, dan Indonesia harus mempersiapkan tenaga farmasi yang kompeten dalam hal ini,” papar Prof. Siti Nurhaliza sambil menampilkan berbagai studi kasus dari penelitiannya.
Pembicara ketiga adalah dr. Bambang Santoso, Sp.B., M.Kes., Kepala Divisi Bedah Umum Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar. Beliau mempresentasikan “Teknik Bedah Minimal Invasif: Aplikasi dan Pelatihan di Rumah Sakit Pemerintah.” Dalam sesi ini, dr. Bambang berbagi pengalaman praktis tentang implementasi laparoskopi dan endoskopi di institusi kesehatan dengan sumber daya terbatas.
Selain tiga pembicara utama, acara ini juga menampilkan sesi webinar paralel dengan tiga topik berbeda, yaitu: “Perkembangan Terbaru dalam Penanganan Infeksi Menular Tropis,” “Kesehatan Mental di Era Digital,” dan “Inovasi dalam Pelayanan Kesehatan Primer.” Setiap sesi webinar dipandu oleh dosen berpengalaman dari Fakultas Medika Unismuh Kendari dan pembicara tamu dari berbagai institusi kesehatan.
Partisipasi Peserta dan Antusiasme Akademis
Peserta seminar menunjukkan tingkat antusiasme yang sangat tinggi. Ruang auditorium yang berkapasitas 400 tempat duduk penuh sesak, dengan ratusan peserta lainnya berdiri di bagian belakang. Sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis, dengan mahasiswa dan profesional medis secara aktif mengajukan pertanyaan kepada para pembicara.
“Saya sangat terkesan dengan kualitas pembicara yang dihadirkan. Mereka bukan hanya ahli di bidangnya, tetapi juga bisa menjelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Pertanyaan saya tentang implementasi AI di rumah sakit daerah dijawab dengan sangat komprehensif oleh Dr. Suryanto,” kata Putri Anggita, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kedokteran Unismuh Kendari, seusai mengikuti sesi pertama.
Sementara itu, dr. Hendra Pratama, seorang dokter umum dari Puskesmas Kendari Barat, menyatakan bahwa seminar ini memberikan wawasan berharga tentang perkembangan terbaru dalam praktik klinis. “Saya bekerja di tingkat pelayanan kesehatan primer, dan sering merasa bahwa informasi tentang inovasi medis terbaru tidak mudah diakses. Acara seperti ini sangat penting bagi kami untuk tetap update dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Dukungan Institusional dan Kemitraan Strategis
Penyelenggaraan seminar ini tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Dr. H. Muhammad Nur, S.T., M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Fakultas Medika dalam menyelenggarakan acara berkualitas nasional ini.
“Seminar seperti ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi dan riset. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan akademis dan ilmiah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” kata Rektor Nur dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Selain dukungan internal, seminar ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra eksternal, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kendari, Organisasi Profesional Perawat Indonesia (PPNI), dan beberapa rumah sakit swasta di Kendari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dra. Indah Kusuma, M.Kes., juga turut hadir dan memberikan sambutan. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Seminar ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat kami dukung. Sebagai dinas kesehatan, kami memerlukan tenaga medis dan paramedis yang tidak hanya terampil, tetapi juga update dengan perkembangan terbaru. Oleh karena itu, kami mengapresiasi inisiatif Unismuh Kendari dalam menghadirkan pembicara nasional,” ujar Kepala Dinas Kusuma.
Dampak dan Harapan ke Depan
Seminar ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, baik bagi institusi pendidikan maupun layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara. Beberapa dampak yang diantisipasi antara lain peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa, peningkatan kapasitas tenaga medis existing, dan penguatan kolaborasi antar institusi kesehatan.
Prof. Dr. Bambang Harianto menambahkan bahwa Fakultas Medika berencana untuk menjadikan seminar ini sebagai acara tahunan. “Kami ingin menjadikan seminar ini sebagai agenda rutin yang ditunggu-tunggu oleh komunitas medis di Sulawesi Tenggara. Tahun depan, kami akan mengangkat topik yang berbeda, mungkin lebih fokus pada kesehatan maternal dan kesehatan anak, yang merupakan prioritas kesehatan nasional,” katanya.
Selain itu, berbagai saran telah dikumpulkan dari peserta untuk perbaikan acara di masa depan. Beberapa peserta menghendaki durasi seminar yang lebih panjang, terutama untuk sesi diskusi. Ada pula yang menyarankan untuk menghadirkan lebih banyak pembicara lokal atau regional agar terdapat pertukaran pengetahuan yang lebih merata.
Penutup
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 ini merupakan bukti nyata dari komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan kesehatan. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka dari institusi kesehatan nasional, acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada peserta, tetapi juga membuka peluang networking dan kolaborasi yang bernilai tinggi.
Ke depannya, diharapkan seminar ini dapat menjadi katalisator bagi perubahan positif dalam dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tenggara. Terutama, dalam mengadopsi inovasi terbaru dan memastikan bahwa tenaga kesehatan di daerah memiliki akses yang sama terhadap pengetahuan dan teknologi medis terkini, sama seperti rekan-rekan mereka di pusat-pusat besar kesehatan nasional.
Antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi Fakultas Medika Unismuh Kendari untuk terus menyelenggarakan acara-acara berkualitas tinggi yang memberikan kontribusi nyata kepada pengembangan profesi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.
—
Penulis: Tim Jurnalistik Kampus Unismuh Kendari
Editor: Pusat Informasi Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari