Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program “Medika Peduli Masyarakat 2026” pada Kamis, 19 April 2026. Inisiatif strategis ini menandai komitmen organisasi mahasiswa dalam mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi dengan kebutuhan kesehatan masyarakat lokal di Kota Kendari dan sekitarnya.
Peluncuran program berlangsung meriah di Aula Fakultas Medika dengan kehadiran lebih dari 500 mahasiswa, mulai dari tingkat pertama hingga akhir, dosen pembimbing, pimpinan universitas, serta kepala puskesmas dari beberapa kecamatan di Kendari. Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA ini menghadirkan berbagai sesi presentasi, demonstrasi kesehatan, dan pengundian kesempatan bagi mahasiswa yang berkomitmen mengikuti keseluruhan program selama satu tahun akademik.
“Program Medika Peduli Masyarakat adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Fakultas Medika Unismuh Kendari tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik di dalam kampus, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat,” ujar Chairul Hidayat, Ketua BEM Fakultas Medika, dalam sambutan pembukaan. Hidayat yang merupakan mahasiswa semester delapan Program Studi Keperawatan ini menambahkan bahwa program ini dirancang dengan melibatkan berbagai organisasi mahasiswa di tingkat universitas dan fakultas.
Adapun rangkaian kegiatan dalam program ini mencakup lima pilar utama: sosialisasi kesehatan preventif, klinik kesehatan mobile, program pemberdayaan kader kesehatan masyarakat, pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan advokasi kebijakan kesehatan lokal. Setiap pilar dirancang dengan tujuan spesifik untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi pembelajaran praktik mahasiswa.
Menurut penjelasan dari Natasya Putri, Wakil Ketua BEM bidang Kesejahteraan dan Program Kerja, sosialisasi kesehatan preventif akan dilaksanakan setiap bulan di lima kelurahan prioritas dengan fokus tema berbeda. “Bulan Mei akan fokus pada kesehatan reproduksi untuk remaja, Juni tentang gizi dan deteksi dini stunting pada anak, sementara Juli akan membahas kesehatan mental,” jelas Natasya dalam sesi workshop yang diadakan setelah acara peluncuran.
Pilar kedua, klinik kesehatan mobile, menunjukkan inovasi yang patut diapresiasi. BEM telah berkoordinasi dengan pihak universitas untuk menyediakan dua unit kendaraan yang dilengkapi peralatan medis dasar. Klinik mobile ini akan mengunjungi desa-desa terpencil di Kecamatan Puuwatu, Kendari Barat, dan Kendari Timur, yang merupakan daerah dengan keterbatasan akses kesehatan. “Kami menargetkan 2.000 orang penerima layanan kesehatan gratis melalui klinik mobile selama satu tahun,” ungkap Chairul Hidayat dengan penuh keyakinan.
Program pemberdayaan kader kesehatan masyarakat merupakan upaya berkelanjutan yang melibatkan kemitraan dengan puskesmas setempat. Mahasiswa akan memberikan pelatihan kepada 100 kader kesehatan dari berbagai kelurahan tentang promosi kesehatan, pencegahan penyakit menular, dan manajemen hipertensi. Kader-kader ini diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat dan layanan kesehatan formal.
Sementara itu, pelatihan P3K menjadi program yang paling diminati peserta. Lebih dari 300 mahasiswa sudah mendaftar untuk mengikuti pelatihan ini, baik sebagai peserta maupun sebagai instruktur yang akan dilatih terlebih dahulu oleh profesional medis. “Program P3K sangat penting karena dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat. Kami ingin setiap mahasiswa Fakultas Medika minimal memiliki sertifikat P3K,” jelas Putri Handayani, Dosen Pembimbing BEM Fakultas Medika.
Pilar terakhir, advokasi kebijakan kesehatan lokal, menunjukkan kedewasaan organisasi mahasiswa dalam memahami isu-isu strategis. BEM akan mengadakan diskusi publik dan lobi dengan Dinas Kesehatan Kota Kendari untuk mengusulkan beberapa kebijakan yang mendukung peningkatan akses kesehatan masyarakat, terutama di kawasan urban marginalisasi. Topik yang direncanakan mencakup peningkatan subsidi program vaksinasi HPV, akses pemeriksaan kesehatan gratis untuk lansia, dan peningkatan kualitas air bersih di pemukiman padat penduduk.
Direktur Eksekutif Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Bambang Sutrisno, M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM ini. “Saya sangat bangga melihat mahasiswa Fakultas Medika memiliki visi yang jelas untuk berkontribusi kepada masyarakat. Ini sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang mengutamakan amal usaha nyata dan pemberdayaan masyarakat,” kata Bambang Sutrisno dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Saleh Mubarak, M.M., yang hadir dalam acara penutupan, memberikan dukungan infrastruktur dan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program. “Universitas siap mengalokasikan dana operasional, menyediakan transportasi, dan memfasilitasi perizinan dengan pemerintah lokal. Mahasiswa hanya perlu fokus pada eksekusi program dengan sebaik-baiknya,” tutur Prof. Saleh dengan nada yang mendorong semangat.
Dekan Fakultas Medika, Dr. Supriyanto, S.Kep., M.Kes., turut memberikan perspektif akademik. Menurutnya, program ini juga berfungsi sebagai pembelajaran experiential bagi mahasiswa. “Melalui kegiatan praktik langsung di masyarakat, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas, mengembangkan soft skill seperti komunikasi dan kepemimpinan, serta membangun empati terhadap kondisi sosial masyarakat,” jelasnya.
Struktur organisasi yang mendukung program ini juga dirancang dengan matang. BEM telah membentuk lima divisi khusus yang masing-masing menangani satu pilar program dengan dipimpin oleh kepala divisi yang dipilih melalui seleksi terbuka. Setiap divisi memiliki anggota mulai dari 20 hingga 50 orang, tergantung scope pekerjaan. Sistem monitoring dan evaluasi juga disiapkan untuk memastikan program berjalan sesuai target dengan kualitas terjaga.
Testimoni dari beberapa mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Sinta Wijayanti, mahasiswa semester enam Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, menyatakan, “Saya merasa ini adalah kesempatan emas untuk mengabdi sekaligus belajar. Selama ini saya hanya fokus pada nilai akademik, tetapi program ini membuka mata saya bahwa ilmu kesehatan harus digunakan untuk kebaikan masyarakat.”
Arvin Rianto, mahasiswa semester dua Program Studi Gizi, juga mengungkapkan optimismenya. “Saya tertarik untuk menjadi instruktur dalam program pemberdayaan kader kesehatan karena saya ingin berbagi pengetahuan tentang nutrisi yang masih banyak disalahpahami masyarakat umum,” tambahnya.
Respons dari mitra eksternal juga positif. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Dra. Syarifah Yuliana, M.H., dalam kesempatan wawancara, menyampaikan dukungan sepenuhnya. “Program Medika Peduli Masyarakat ini sangat sejalan dengan target Dinas Kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kami siap berkolaborasi dalam setiap aspek program,” ujarnya.
Dengan peluncuran program ini, BEM Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya menjadi wadah administrasi, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang konstruktif. Program “Medika Peduli Masyarakat 2026” diharapkan dapat berlanjut dan berkembang di tahun-tahun mendatang, menciptakan tradisi positif dalam ekosistem akademik Unismuh Kendari.
Ke depannya, BEM juga merencanakan untuk mendokumentasikan setiap kegiatan dan membuat laporan komprehensif yang dapat menjadi referensi bagi organisasi mahasiswa lain dan calon pemimpin BEM di masa depan. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen pembimbing, dan partisipasi aktif seluruh mahasiswa, program ini diprediksi akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kendari dalam tahun ini.
Mahindra Rainforest. Mahindra Rainforest project airline is committed to providing a comfortable, convenient, and culturally enriching travel experience for its customers, with multiple options for traveling in class modern 2, 2.5, 3 & 3.5 BHK homes (Business, Mahindra Rainforest project living premium great time of how you wish to arrange your trip or what you looking set make project
Visit- https://mahindra.ind.in/mahindrarainforest/