KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Medika, mencatat pencapaian signifikan dalam perjalanan akreditasi institusional. Pada tanggal 13 April 2026, hasil evaluasi resmi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengumumkan bahwa Fakultas Medika telah meraih status akreditasi “A” (Sangat Baik), meningkat dari akreditasi sebelumnya yang berada pada kategori “B” (Baik). Pencapaian ini menandai langkah maju yang konsisten dalam upaya institusi untuk meningkatkan standar pendidikan akademik dan mutu layanan kesehatan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Hasil akreditasi tersebut menjadi momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program pendidikan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat lokal. Proses evaluasi akreditasi yang berlangsung selama enam bulan ini melibatkan seluruh stakeholder internal, dari pimpinan rektorat, dekan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa dan alumni program studi di lingkungan Fakultas Medika.
Latar Belakang Perjalanan Akreditasi
Upaya peningkatan mutu pendidikan di Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari telah dimulai jauh sebelum pengajuan evaluasi akreditasi terbaru ini. Sejak tahun 2018, institusi telah secara sistematis mengidentifikasi area-area kelemahan dan peluang pengembangan melalui mekanisme penjaminan mutu internal yang komprehensif.
Fakultas Medika, yang memiliki beberapa program studi unggulan seperti Program Studi Pendidikan Dokter, Program Studi Keperawatan, Program Studi Kebidanan, dan Program Studi Farmasi, telah menjadi pusat pendidikan kesehatan terdepan di Kendari. Namun, untuk dapat bersaing di tingkat nasional dan regional, pimpinan fakultas menyadari perlunya peningkatan berkelanjutan dalam berbagai dimensi operasional dan akademik.
“Kami memahami bahwa akreditasi bukan hanya sekadar dokumen formal, tetapi merupakan representasi nyata dari komitmen kami terhadap kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Prof. Dr. H. Anwar Arifin, S.H., M.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, saat memberikan keterangan pers di ruang multimedia kampus pada Jumat pagi (13/4/2026).
Dalam tiga tahun terakhir, investasi signifikan telah dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur akademik, fasilitas laboratorium, perpustakaan digital, dan fasilitas praktik klinis. Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana sebesar kurang lebih 45 miliar rupiah untuk renovasi gedung pembelajaran, pengadaan peralatan kesehatan modern, dan peningkatan sumber daya manusia.
Strategi Peningkatan Mutu yang Diterapkan
Dr. Hj. Siti Nur Azizah, M.Pd., Dekan Fakultas Medika, menjelaskan bahwa strategi peningkatan mutu meliputi tiga pilar utama: pengembangan sumber daya manusia, modernisasi fasilitas dan infrastruktur, serta penguatan kemitraan dengan institusi kesehatan dan industri terkait.
“Kami telah merekrut dosen-dosen berpengalaman dengan kualifikasi akademik minimal S2, dan beberapa di antaranya memiliki gelar doktor dari universitas terkemuka nasional dan internasional. Pada tahun 2025, kami berhasil menambah 12 dosen tetap dengan latar belakang pendidikan yang sangat relevan dengan kebutuhan program studi,” jelas Dekan Azizah dalam wawancara mendalam bersama redaksi pada Selasa (10/4/2026).
Pilar pertama, pengembangan sumber daya manusia, mencakup program pendidikan berkelanjutan untuk dosen dan tenaga kependidikan. Tim akademik Fakultas Medika telah mengirimkan 24 dosen untuk mengikuti pelatihan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, metodologi pembelajaran inovatif, dan penerapan teknologi informasi dalam proses belajar-mengajar. Beberapa dosen juga aktif mengikuti seminar internasional dan menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi nasional dan internasional.
“Produktivitas penelitian kami mengalami peningkatan 150 persen dalam tiga tahun terakhir. Tahun ini saja, penelitian yang melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Medika telah menghasilkan 34 publikasi ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ini menunjukkan bahwa kami tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga pada penciptaan pengetahuan baru yang bermanfaat,” papar Dr. Joni Setiawan, M.Kes., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pilar kedua berkaitan dengan modernisasi infrastruktur akademik. Laboratorium-laboratorium di Fakultas Medika telah dilengkapi dengan peralatan terkini yang mencakup laboratorium anatomi dengan teknologi 3D, laboratorium mikrobiologi dengan standar BSL-2, laboratorium farmakologi, dan laboratorium klinik yang terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan berbasis digital. Perpustakaan kampus juga telah mengembangkan akses ke basis data jurnal internasional seperti ProQuest, EBSCO, dan PubMed, memudahkan mahasiswa dan dosen untuk mengakses literatur terkini.
Sementara itu, pilar ketiga mencakup penguatan kemitraan strategis dengan berbagai rumah sakit umum, klinik kesehatan, dan institusi kesehatan lainnya di Kendari dan sekitarnya. Kemitraan ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis yang autentik dan relevan dengan dunia kerja profesional. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kesepakatan kerjasama resmi dengan 18 institusi kesehatan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Testimoni dan Respons Stakeholder
Pencapaian akreditasi “A” ini telah mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk dari mahasiswa, alumni, tenaga pendidik, dan para pemimpin institusi pendidikan lainnya di wilayah Kendari.
Rafika Handriyan Putri, seorang mahasiswa semester enam Program Studi Pendidikan Dokter, mengekspresikan rasa bangga atas pencapaian institusinya. “Sebagai mahasiswa Fakultas Medika, kami merasa dihargai dan termotivasi dengan pencapaian akreditasi ini. Fasilitas pembelajaran yang baik, dosen-dosen berkualitas, dan kesempatan untuk melakukan penelitian telah membantu kami mempersiapkan diri menjadi profesional kesehatan yang kompeten dan berkarakter,” tuturnya saat ditemui di lobby fakultas.
Sementara itu, Dr. Irsan Pratama, S.Pd., M.H., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, menekankan bahwa pencapaian akreditasi “A” ini bukan merupakan akhir, melainkan titik awal untuk ambisi yang lebih besar.
“Kami memiliki visi untuk membuat Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi institusi pendidikan kesehatan yang diakui secara internasional dalam lima tahun ke depan. Untuk itu, kami akan terus meningkatkan standar akademik, memperluas jaringan kerjasama internasional, dan mendorong inovasi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat,” ungkapnya dengan penuh optimisme.
Dampak dan Harapan ke Depan
Peningkatan status akreditasi dari “B” menjadi “A” diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi berbagai aspek operasional Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam jangka pendek, status akreditasi “A” akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan calon mahasiswa terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh institusi. Proyeksi Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan peningkatan minat penerimaan mahasiswa baru sebesar 30-40 persen untuk tahun akademik 2026/2027.
Dalam jangka menengah, pencapaian ini membuka peluang bagi Fakultas Medika untuk mengakses pendanaan penelitian yang lebih besar dari pemerintah dan lembaga swasta. Dengan status akreditasi “A”, institusi menjadi lebih eligible untuk mengikuti kompetisi hibah penelitian tingkat nasional dan internasional yang sebelumnya mungkin tertutup.
Dalam jangka panjang, peningkatan mutu ini berkontribusi pada misi sosial Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di kawasan Sulawesi Tenggara. Dengan semakin banyak tenaga kesehatan profesional yang terlatih dengan standar akademik tinggi, diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kualitas pelayanan kesehatan antara daerah urban dan rural di provinsi Sulawesi Tenggara.
Penutup
Pencapaian akreditasi “A” oleh Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari pada 13 April 2026 ini adalah bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen semua elemen civitas akademika institusi. Melalui pendekatan sistematik, kolaboratif, dan berkelanjutan, universitas telah mampu mentranslasikan visi dan misinya menjadi realitas yang terukur dan terakui oleh badan akreditasi nasional.
Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari mengundang semua stakeholder, mulai dari pemerintah, industri kesehatan, institusi pendidikan lainnya, hingga masyarakat umum, untuk bersama-sama mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan kesehatan di kawasan Sulawesi Tenggara. Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, diharapkan institusi ini dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas, beretika, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. (*)