Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Medika, menggelar Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa (FSOMA) 2026 yang meriah pada hari Selasa hingga Kamis, 15-17 April 2026. Acara tahunan yang dinanti-nantikan ini menjadi wadah strategis bagi para mahasiswa untuk menampilkan bakat seni, budaya, dan prestasi olahraga mereka di tengat kesibukan akademik yang padat.
Dilaksanakan di lapangan olahraga utama kampus Unismuh Kendari yang terletak di Jalan Sultan Muhammad Saleh, Kendari, festival kali ini mengusung tema “Medika Bersatu dalam Seni, Olahraga, dan Dedikasi”. Tema tersebut dipilih untuk merayakan semangat persatuan dan solidaritas di antara mahasiswa Fakultas Medika yang terdiri dari Program Studi Kedokteran, Keperawatan, dan Kebidanan.
Menurut panitia penyelenggara, FSOMA 2026 menghadirkan lebih dari 50 cabang olahraga dan seni yang melibatkan sekira 2.000 mahasiswa dari berbagai tingkatan akademik. Kompetisi olahraga mencakup cabang tradisional seperti futsal, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, badminton, serta cabang olahraga modern seperti esports dan futsal 5 versus 5. Sementara itu, kategori seni dan budaya mencakup musik, tari tradisional, fashion show, pameran fotografi, dan pertunjukan seni bela diri.
“Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebuah momentum penting untuk membangun karakter dan kedisiplinan mahasiswa Fakultas Medika. Kami percaya bahwa dalam pendidikan kesehatan, keseimbangan antara akademik, seni, dan olahraga sangat fundamental untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter,” ujar Dekan Fakultas Medika Unismuh Kendari, Dr. H. Mursyid, S.Ked., M.Kes., dalam sambutannya pada pembukaan festival, Selasa (15/4/2026) pukul 09.00 WITA.
Dr. Mursyid menambahkan bahwa acara ini juga menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk melepas penat dari rutinitas kuliah, praktik klinis, dan penelitian. “Mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan kebidanan kami memiliki beban akademik yang sangat berat. Melalui festival ini, mereka dapat mengekspresikan kreativitas, membangun bonding antarangkatan, dan menjaga kesehatan mental mereka,” tambahnya dengan penuh antusiasme.
Pelaksanaan Kegiatan yang Meriah dan Terstruktur
Rangkaian kegiatan FSOMA 2026 dirancang dengan matang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Medika dan Senat Mahasiswa, yang dipimpin oleh Ketua BEM, Dzikra Amalia, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kedokteran. Tim panitia bekerja selama tiga bulan sebelumnya untuk memastikan setiap detail acara berjalan lancar.
Pada hari pertama (15 April), festival dibuka dengan upacara resmi yang dihadiri oleh rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari, para dekan, dosen, dan ribuan mahasiswa. Acara ini ditandai dengan pelepasan balon udara berwarna-warni dan penampilan pembukaan dari grup tari tradisional Sulawesi Tenggara yang memainkan “Cakalele”, tarian perang khas daerah tersebut.
Setelah upacara pembukaan, kompetisi olahraga langsung dimulai di berbagai lokasi. Lapangan futsal kampus dipadati oleh puluhan tim futsal dari berbagai angkatan yang bersemangat memperebutkan piala juara. Di sisi lain, tiga lapangan bola voli dipersiapkan untuk turnamen bola voli putra dan putri, sementara hall olahraga dalam ruangan digunakan untuk cabang bulu tangkis, tenis meja, dan badminton.
“Antusiasme mahasiswa sangat luar biasa. Sudah lebih dari 30 tim futsal yang mendaftar, jauh melebihi ekspektasi kami. Ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap olahraga sangat tinggi,” jelas Ketua Panitia Cabang Olahraga, Riyan Saputra, mahasiswa tingkat ketiga Keperawatan.
Hari kedua (16 April) difokuskan pada pertunjukan seni dan budaya. Panggung utama yang didirikan di tengah lapangan olahraga menjadi pusat perhatian, dengan berbagai penampilan menarik berlangsung sejak pagi hingga malam. Acara dimulai dengan pertunjukan musik akustik dari grup band mahasiswa, dilanjutkan dengan penampilan tari modern yang memadukan gerakan kontemporer dengan elemen tradisional lokal.
Highlight hari kedua adalah fashion show bertajuk “Medika Trend 2026”, yang menampilkan koleksi pakaian desain mahasiswa dengan tema “Kesehatan dan Keberlanjutan Lingkungan”. Dengan kreativitas tinggi, para desainer mahasiswa berhasil menciptakan pakaian yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menggunakan bahan ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Medika tidak hanya mahir di bidang kesehatan, tetapi juga memiliki kreativitas tinggi dalam berbagai aspek seni dan desain. Koleksi ini kami dedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan dalam konteks kesehatan masyarakat,” ungkap Riri Handayani, koordinator fashion show sekaligus mahasiswa Program Studi Kebidanan angkatan 2023.
Pada malam harinya, diadakan konser musik berhadiah yang menghadirkan musisi lokal Kendari serta grup musik dari mahasiswa sendiri. Pertunjukan berlangsung meriah dengan hiburan yang beragam, menciptakan suasana festival yang meriah dan penuh kebersamaan.
Hari ketiga (17 April) ditutup dengan final-final cabang olahraga yang paling ditunggu-tunggu dan pameran karya seni. Pameran karya seni mahasiswa mencakup pameran fotografi bertema “Medika Berbakti untuk Masyarakat”, lukisan, dan instalasi seni yang menggambarkan dedikasi para calon tenaga kesehatan.
Dukung Kesehatan Fisik dan Mental Mahasiswa
Kepala Bagian Kemahasiswaan Unismuh Kendari, Dra. Sulistiawati, M.Ed., menekankan pentingnya festival ini dalam mendukung kesejahteraan holistik mahasiswa. Menurut beliau, kompetisi olahraga dan seni bukan sekadar hiburan, melainkan bagian integral dari upaya universitas untuk mengembangkan mahasiswa yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.
“Mahasiswa kesehatan kami memiliki tanggung jawab besar sebagai calon petugas kesehatan. Namun, tanggung jawab itu tidak boleh mengorbankan kesehatan mereka sendiri. Melalui festival ini, kami mengajak mahasiswa untuk menjaga keseimbangan hidup, berolahraga secara teratur, dan mengekspresikan diri melalui seni. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mental mereka,” papar Sulistiawati dalam wawancara khusus pada (16/4/2026).
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa festival ini juga menciptakan komunitas yang solid di antara mahasiswa. “Ketika mahasiswa bersatu dalam kegiatan positif seperti ini, mereka membangun ikatan yang kuat. Ikatan ini akan menjadi fondasi bagi kolaborasi profesional mereka di masa depan sebagai tenaga kesehatan,” katanya.
Data kesehatan mental mahasiswa Fakultas Medika Unismuh Kendari menunjukkan bahwa stres akademik cukup tinggi, terutama di kalangan mahasiswa kedokteran dan kebidanan. Oleh karena itu, kegiatan seperti FSOMA menjadi sarana yang sangat diperlukan untuk menurunkan tingkat stres dan meningkatkan quality of life mahasiswa.
Seorang mahasiswa Program Studi Kedokteran angkatan 2022, Akbar Pratama, berbagi pengalaman positifnya mengikuti festival ini. “Saya mengikuti turnamen futsal untuk tim angkatan kami. Selain mendapatkan kepuasan menang, saya merasa lebih rileks setelah berbulan-bulan penuh dengan praktik klinis dan ujian. Olahraga ini jadi semacam terapi bagi saya. Plus, saya juga bisa mempererat persahabatan dengan teman-teman sekelas,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Sementara itu, Nurul Aini, mahasiswa Keperawatan angkatan 2024, berbagi antusiasmenya mengikuti pertunjukan tari dalam festival. “Saya sangat senang bisa menampilkan tarian tradisional Sulawesi Tenggara di panggung utama. Ini memberi saya kesempatan untuk menunjukkan bahwa kami mahasiswa Medika juga punya passion di bidang seni. Selain itu, berlatih tari juga membuat saya lebih fokus dan percaya diri,” katanya dengan senyuman bangga.
Apresiasi Dosen dan Pendukung
Keberhasilan festival ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh dari para dosen dan staf Fakultas Medika. Beberapa dosen turut terlibat aktif dalam festival, baik sebagai juri dalam kompetisi maupun sebagai pendampingan kegiatan.
Dr. Rina Wijaya, S.Kep., Ns., M.Kes., dosen Program Studi Keperawatan dan pendamping grup tari mahasiswa, mengungkapkan kebanggaannya. “Saya sangat bangga melihat mahasiswa bisa berlatih tari sambil tetap mengejar prestasi akademik mereka. Mereka menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam mempersiapkan pertunjukan. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kami multi-talented,” ujarnya.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk pelaksanaan festival. Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Si., dalam pengumumannya menyatakan bahwa pihak rektorat mengalokasikan anggaran khusus untuk memastikan festival ini berjalan dengan lancar dan sukses.
“Investasi dalam kegiatan mahasiswa seperti ini adalah investasi untuk masa depan institusi kami. Mahasiswa yang sehat, bahagia, dan terasah bakatnya akan menjadi duta terbaik universitas kami,” jelas Prof. Baharuddin dengan penuh keyakinan.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 Fakultas Medika Unismuh Kendari berhasil menciptakan momen bersejarah bagi mahasiswa kesehatan di kampus tersebut. Dengan melibatkan ribuan peserta dan penonton, acara ini terbukti menjadi wahana yang efektif untuk mengembangkan potensi mahasiswa di luar akademik.
Panitia penyelenggara telah merencanakan untuk membuat festival ini lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang. Rencana pengembangan mencakup penambahan cabang olahraga, kolaborasi dengan universitas lain, dan penghargaan yang lebih menarik bagi pemenang.
Ketua BEM Dzikra Amalia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kesuksesan festival. “Terima kasih kepada rektorat, dekan, dosen-dosen, dan seluruh mahasiswa yang telah menjadikan FSOMA 2026 ini sangat berkesan. Kami harap di tahun depan bisa menjadi lebih besar dan lebih meriah lagi,” tuturnya di penutupan acara pada Kamis (17/4/2026) sore.
Dengan ditutupnya rangkaian acara FSOMA 2026, mahasiswa Fakultas Medika Unismuh Kendari kembali ke rutinitas akademik mereka dengan semangat dan energi yang segar. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa universitas tidak hanya tempat untuk belajar akademik, tetapi juga tempat untuk mengembangkan kepribadian, bakat, dan karakter calon tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter.
Ke depannya, diharapkan festival ini terus menjadi tradisi tahunan yang ditunggu-tunggu mahasiswa dan diadakan dengan skala yang semakin besar. Dengan demikian, Fakultas Medika Unismuh Kendari terus membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik, mental, dan spiritual, serta siap berkontribusi optimal bagi masyarakat dan bangsa.