KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Medika, menggelar acara Festival Seni Budaya dan Olahraga yang meriah pada akhir pekan lalu. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari penuh ini menjadi wadah mahasiswa mengekspresikan bakat di bidang olahraga sekaligus seni budaya secara bersamaan. Event tahunan yang dinanti-nantikan ini berhasil menghadirkan lebih dari 500 peserta aktif dan ribuan penonton dari berbagai kalangan.
Acara dimulai pada Jumat, 29 Maret 2026, dan berlangsung hingga Minggu, 31 Maret 2026, di lapangan olahraga kampus Fakultas Medika Unismuh Kendari yang terletak di Jalan Sultan Pengeran Hidayat, Kendari. Penyelenggaraan festival ini merupakan komitmen universitas dalam mengembangkan potensi mahasiswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam mengasah kreativitas dan kemampuan berolah raga mereka.
Tema yang diangkat tahun ini adalah “Medika Bersatu: Menggali Potensi, Merayakan Keberagaman, Menjaga Kesehatan.” Tema tersebut dipilih sebagai refleksi dari visi Fakultas Medika untuk menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam ilmu kesehatan, tetapi juga memiliki jiwa seni, kepemimpinan, dan semangat kebugaran jasmani yang tinggi.
Rangkaian Kegiatan yang Meriah dan Menghibur
Festival ini menampilkan berbagai cabang olahraga yang kompetitif sekaligus menyenangkan. Tidak kurang dari 15 cabang olahraga dilombakan, mulai dari futsal, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, hingga cabang olahraga tradisional seperti pencak silat dan tari. Selain itu, acara ini juga menampilkan pertunjukan seni budaya yang memukau, termasuk penampilan band mahasiswa, tarian tradisional Sulawesi Tenggara, fashion show, serta kompetisi menyanyi.
Hari pertama festival didominasi oleh pembukaan resmi dan parade budaya yang spektakuler. Para mahasiswa menampilkan kostum tradisional khas daerah asal mereka, menciptakan kaleidoskop warna yang memukau mata. “Parade budaya ini menunjukkan bahwa mahasiswa Medika Unismuh Kendari berasal dari berbagai belahan nusantara, namun dapat bersatu dalam satu semangat,” ungkap Dekan Fakultas Medika, Prof. Dr. Bambang Suripto, M.Kes., dalam sambutan pembukaan.
Hari kedua difokuskan pada pertandingan olahraga. Mahasiswa dari berbagai angkatan dan program studi berlomba dengan semangat tinggi. Pertandingan futsal menjadi sorotan utama, dengan tim-tim yang solid dan bermain dengan penuh strategi. Sementara itu, cabang olahraga bulu tangkis dan tenis meja juga mencuri perhatian dengan pertandingan-pertandingan yang seru dan penuh teknik.
Salah satu momen paling ditunggu adalah pertandingan final futsal putra antara Tim Medika Muda melawan Tim Medika Profesional. Pertandingan yang berlangsung selama 40 menit tersebut akhirnya dimenangkan oleh Tim Medika Muda dengan skor 3-2. Kegembiraan para pemenang tercermin dari cipratan air dan lompatan kebahagiaan yang spontan di lapangan.
Hari ketiga didedikasikan untuk puncak acara dengan pertunjukan seni budaya yang memukau. Panggung yang telah dipersiapkan dengan pencahayaan profesional menjadi tempat mahasiswa menampilkan talenta seni mereka. Pertama, penampilan dari grup musik mahasiswa yang dinamis membawakan lagu-lagu Indonesia populer yang menggerakkan semua penonton untuk menyanyi bersama.
Setelah itu, ada penampilan spektakuler tari Poco-Poco yang melibatkan lebih dari 150 mahasiswa sekaligus. Tarian ini dilakukan sebagai apresiasi terhadap budaya lokal Sulawesi Tenggara sekaligus sebagai bentuk kebersamaan lintas program studi. Keindahan gerakan tari dan kekompakan peserta menciptakan suasana yang magis dan menyentuh hati ribuan penonton yang hadir.
Prestasi dan Penghargaan
Universitas Muhammadiyah Kendari memberikan penghargaan kepada semua pemenang dalam berbagai kategori. Penghargaan bukan hanya diberikan kepada juara pertama, tetapi juga kepada juara kedua, ketiga, serta penghargaan khusus untuk kategori lainnya. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan apresiasi kepada semua peserta yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi.
Dalam kategori olahraga, Tim Medika Muda berhasil meraih juara umum dengan total 145 poin, diikuti Tim Medika Profesional dengan 128 poin, dan Tim Alumni dengan 102 poin. Sementara dalam kategori seni budaya, penampilan tari diperoleh penghargaan terbaik, diikuti oleh kategori musik dan kategori fashion show.
Salah satu peserta, Siti Nurhaliza, mahasiswa Program Studi Keperawatan angkatan 2023, berbagi pengalamannya setelah festival berakhir. “Festival ini sangat bermakna bagi saya. Saya bisa menampilkan kemampuan saya di bidang seni sambil tetap fokus pada studi keperawatan. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kesehatan tidak harus membosankan, tetapi bisa dinamis dan penuh kreativitas,” ujarnya dengan antusias.
Pengalaman serupa juga disampaikan oleh Ricky Wijaya, mahasiswa Program Studi Kedokteran angkatan 2022, yang menjadi salah satu pemain kunci dalam tim futsal pemenanya. “Olahraga memberikan keseimbangan yang penting dalam hidup kami sebagai mahasiswa medis. Dengan berolahraga, kami bisa melepas stress dari beban kuliah yang padat dan menjaga kesehatan fisik maupun mental,” jelas Ricky dengan percaya diri.
Pernyataan Pejabat Kampus
Prof. Dr. Bambang Suripto, Dekan Fakultas Medika Unismuh Kendari, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan festival tahun ini. “Festival Seni Budaya dan Olahraga adalah bagian integral dari pengembangan karakter mahasiswa di Fakultas Medika. Kami percaya bahwa seorang tenaga kesehatan yang profesional bukan hanya menguasai ilmu medis dengan baik, tetapi juga memiliki jiwa seni, kepedulian sosial, dan kesehatan fisik yang optimal,” ungkap Prof. Bambang dalam wawancara eksklusif.
Beliau menambahkan bahwa festival ini juga menjadi sarana untuk memperkuat bonding antar mahasiswa dari berbagai angkatan dan program studi. “Dalam industri kesehatan, kolaborasi tim adalah kunci kesuksesan. Festival ini mengajarkan nilai-nilai kerja sama, kepemimpinan, dan saling menghargai yang akan berguna dalam karir profesional mereka kelak,” lanjut Prof. Bambang.
Sementara itu, Ibu Dr. Siti Fatimah, M.Kes., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, juga memberikan pandangannya tentang pentingnya event ini. “Kami melihat festival ini sebagai investasi dalam pengembangan mahasiswa holistik. Selama ini, fokus akademik memang penting, tetapi keseimbangan dengan pengembangan soft skills seperti seni dan olahraga sama pentingnya. Mahasiswa kami yang berhasil di festival ini membuktikan bahwa mereka adalah individu-individu yang multitalenta,” ucap Ibu Siti Fatimah dengan bangga.
Dr. Hendra Kusuma, M.Kes., Koordinator Kegiatan Kemahasiswaan Fakultas Medika, menjelaskan proses persiapan yang cukup panjang. “Kami mulai mempersiapkan festival ini sejak tiga bulan sebelumnya. Berbagai komite terbentuk untuk menangani aspek olahraga, seni budaya, logistik, dan keamanan. Kerja sama antara mahasiswa, dosen, dan staf administrasi menjadi kunci kesuksesan acara ini. Saya sangat bangga melihat antusiasme semua pihak,” terang Dr. Hendra.
Dampak dan Manfaat bagi Mahasiswa
Festival Seni Budaya dan Olahraga ini memberikan dampak signifikan bagi pengembangan personal mahasiswa. Pertama, acara ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan. Panitia festival yang terdiri dari mahasiswa sendiri mendapat kesempatan untuk mengelola event berskala besar, mulai dari perencanaan, eksekusi, hingga evaluasi.
Kedua, festival ini memperkuat kohesi sosial di antara mahasiswa. Dalam konteks pendidikan medis yang seringkali kompetitif, acara seperti ini menciptakan momen kebersamaan yang membangun semangat keluarga besar Fakultas Medika. Mahasiswa dari berbagai program studi, baik Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, maupun Gizi, dapat berinteraksi dengan cara yang menyenangkan dan berkesan.
Ketiga, event ini berperan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Dengan mengikuti kegiatan olahraga, mahasiswa diingatkan bahwa menjaga kesehatan fisik adalah prioritas, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan tetapi juga sebagai individu. Beberapa mahasiswa bahkan mengaku bahwa festival ini menginspirasi mereka untuk lebih konsisten berolahraga di luar event ini.
Keempat, penampilan seni budaya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkreasi dan mengekspresikan diri. Dalam dunia medis yang rigid dan berbasis sains, seni menjadi outlet yang penting untuk mengembangkan sisi humanistik. Banyak mahasiswa melaporkan bahwa partisipasi mereka dalam acara seni membuat mereka merasa lebih percaya diri dan lebih terbuka dalam berkomunikasi.
Dukungan Institusional dan Keberlanjutan
Keberhasilan festival tahun ini didukung oleh komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengalokasikan anggaran dan sumber daya yang memadai. Rektorat dan Dekanat Fakultas Medika memberikan dukungan penuh, termasuk dalam hal logistik, keamanan, dan infrastruktur acara.
Selain itu, kerjasama dengan berbagai organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga dan seni, serta organisasi mahasiswa lainnya menjadi pilar utama dalam kesuksesan event ini. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap aspek penyelenggaraan menunjukkan bahwa festival ini benar-benar milik dan dijalankan oleh mahasiswa dengan bimbingan dari dosen dan staf.
Untuk keberlanjutan, pihak panitia telah merencanakan evaluasi komprehensif terhadap setiap aspek festival. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk penyempurnaan festival tahun depan. “Kami ingin festival tahun depan lebih besar dan lebih baik lagi, dengan melibatkan mahasiswa dari semua fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari,” ungkap salah seorang panitia inti, Yolanda Pratiwi, mahasiswa Kedokteran angkatan 2022.
Penutup
Festival Seni Budaya dan Olahraga Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari tahun 2026 telah sukses menjadi ajang yang bermakna bagi pengembangan mahasiswa. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini telah membuktikan bahwa mahasiswa di bidang kesehatan dapat menjadi individu yang multitalenta dan seimbang dalam berbagai aspek kehidupan.
Dengan dukungan penuh dari institusi dan antusiasme tinggi dari mahasiswa, festival ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi acara yang semakin prestisius. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui festival ini—seperti kerja sama, kepemimpinan, kreativitas, dan kesehatan fisik—akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ketika mereka terjun ke dunia profesi kesehatan.
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Medika, telah menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya terukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari keseimbangan pengembangan potensi keseluruhan mahasiswa sebagai individu yang utuh dan berkarakter. Semoga festival ini terus menjadi tradisi yang kaya makna dan menginspirasi generasi mahasiswa Medika selanjutnya.
—
Word Count: 1.847 kata