Dosen dan Mahasiswa Fakultas Medika Unismuh Kendari Kembangkan Teknologi Deteksi Dini Malaria Berbasis Artificial Intelligence

KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Fakultas Medika, terus membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan teoritis, tetapi juga menghasilkan inovasi praktis yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada Kamis, 03 April 2026, kampus ini resmi meluncurkan hasil penelitian kolaboratif yang menggabungkan keahlian dosen dengan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan sistem deteksi dini malaria berbasis Artificial Intelligence (AI), sebuah terobosan yang diprediksi dapat meningkatkan tingkat diagnosis akurat hingga 96 persen.

Penelitian inovatif ini dilaksanakan selama 18 bulan dan melibatkan tim multidisiplin dari berbagai Program Studi di Fakultas Medika, termasuk Program Studi Kedokteran, Keperawatan, dan Teknologi Laboratorium Medis. Hasil penelitian yang menakjubkan ini menjadi bukti nyata bahwa Unismuh Kendari berhasil menciptakan ekosistem akademik yang mendorong kolaborasi antara pengajar dan pelajar dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat lokal.

Latar Belakang dan Motivasi Penelitian

Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang menjadi tantangan kesehatan publik di Indonesia, khususnya di daerah-daerah tropis seperti Sulawesi Tenggara. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa kasus malaria di Kendari dan sekitarnya masih mencapai ribuan kasus setiap tahunnya. Metode diagnosis tradisional menggunakan pemeriksaan mikroskopis masih memerlukan waktu yang cukup lama dan tingkat akurasi yang sangat bergantung pada pengalaman dan keahlian tenaga kesehatan.

Berdasarkan permasalahan ini, tim peneliti dari Fakultas Medika Unismuh Kendari merasa terpanggil untuk mengembangkan solusi inovatif yang dapat mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosis malaria. Ide awal muncul dari diskusi intensif antara Dr. Hendra Sutrisno, M.Pd., Dekan Fakultas Medika, dengan mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kedokteran pada tahun 2024.

“Kami melihat peluang besar untuk memanfaatkan teknologi artificial intelligence yang terus berkembang pesat. Malaria memerlukan diagnosis cepat dan akurat agar penanganan dapat dilakukan dengan segera. Itulah mengapa kami memutuskan untuk melibatkan mahasiswa dalam riset ini, karena mereka adalah generasi yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap teknologi,” ungkap Dr. Hendra Sutrisno saat diwawancarai di ruang dekanat Fakultas Medika, Rabu (02 April 2026).

Metodologi dan Proses Pengembangan

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Irwan Wijaya, Sp.PD., seorang dosen senior di Program Studi Kedokteran yang memiliki pengalaman 15 tahun dalam bidang penyakit tropis. Tim peneliti melibatkan 12 mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, mulai dari mahasiswa semester empat hingga semester delapan.

Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan mixed-methods yang menggabungkan pengumpulan data kuantitatif dari sampel darah pasien malaria dengan pemrosesan citra mikroskopis menggunakan teknologi machine learning. Tim mengumpulkan lebih dari 2.500 sampel darah dari pasien malaria yang dikonfirmasi melalui diagnosis tradisional di Puskesmas dan Rumah Sakit Dinas se-Kendari.

“Proses ini sangat detail dan membutuhkan kesabaran. Setiap sampel darah disiapkan dengan standar internasional, kemudian difoto menggunakan mikroskop digital berkualitas tinggi dengan perbesaran 1000 kali. Data visual ini kemudian digunakan sebagai dataset training untuk algoritma AI kami,” menjelaskan Rona Elvira Putri, mahasiswa semester delapan Program Studi Kedokteran yang menjadi asisten peneliti utama.

Teknologi AI yang digunakan dalam penelitian ini berbasis deep learning, khususnya menggunakan arsitektur convolutional neural networks (CNN). Tim peneliti bekerja sama dengan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Laboratorium Medis untuk mengintegrasikan algoritma tersebut ke dalam sebuah aplikasi berbasis desktop dan mobile yang user-friendly.

“Kami menyadari bahwa teknologi harus dapat diakses oleh seluruh tenaga kesehatan, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang teknis yang mendalam. Oleh karena itu, interface aplikasi kami dirancang semudah mungkin, dan hasil analisis dapat ditampilkan dalam waktu kurang dari dua menit,” jelas Dedi Hermawan, mahasiswa semester enam Program Studi Teknologi Laboratorium Medis yang bertanggung jawab dalam pengembangan software.

Hasil dan Keunggulan Teknologi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem AI yang dikembangkan mampu mendeteksi keberadaan plasmodium (parasit penyebab malaria) dengan akurasi mencapai 96,3 persen. Sistem ini dapat membedakan jenis malaria (Plasmodium falciparum, P. vivax, P. ovale, dan P. malariae) dengan sensitivitas 94,7 persen dan spesifisitas 97,8 persen.

Keunggulan sistem ini tidak hanya terletak pada tingkat akurasi yang tinggi, tetapi juga pada kecepatan dan efisiensi. Diagnosis yang biasanya membutuhkan waktu 30-45 menit dengan pemeriksaan manual dapat dipercepat menjadi hanya 60-90 detik dengan bantuan AI. Hal ini tentu saja memiliki implikasi klinis yang signifikan, terutama dalam setting gawat darurat atau di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan sumber daya manusia.

“Apa yang membuat kami sangat bangga adalah sistem ini juga dapat memberikan confidence level atau tingkat kepercayaan terhadap hasil diagnosis. Jika confidence level rendah, sistem akan memberikan rekomendasi untuk melakukan konfirmasi dengan metode tambahan. Ini adalah kehati-hatian yang sangat penting dalam praktik medis,” tutur Dr. Irwan Wijaya dengan antusiasme.

Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan publikasi ilmiah yang telah diterbitkan di jurnal internasional “Southeast Asian Journal of Tropical Medicine” edisi Maret 2026, memperkuat kredibilitas akademik dari Universitas Muhammadiyah Kendari di panggung internasional.

Dukungan Institusional dan Pendanaan

Penelitian ini mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. Hamzah Upu, M.Pd., mengalokasikan dana penelitian internal sebesar Rp 150 juta untuk proyek ini, menunjukkan komitmen institusi terhadap inovasi akademik.

Selain itu, penelitian juga mendapatkan pendanaan tambahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) sebesar Rp 250 juta. Dukungan finansial ini memungkinkan tim peneliti untuk memiliki peralatan berkualitas tinggi dan dapat melibatkan mahasiswa sebagai bagian integral dari proses penelitian.

“Investasi dalam penelitian adalah investasi untuk masa depan. Kami percaya bahwa mahasiswa harus belajar tidak hanya dari textbook, tetapi juga dari pengalaman langsung melakukan riset yang bermakna. Penelitian tentang deteksi malaria ini adalah contoh sempurna dari pembelajaran berbasis proyek yang kami kembangkan di Unismuh Kendari,” kata Prof. Hamzah Upu saat menghadiri seminar hasil penelitian pada Kamis pagi lalu.

Dampak dan Implementasi di Lapangan

Tim peneliti telah memulai fase implementasi pilot di tiga lokasi, yaitu Puskesmas Kendari Barat, Rumah Sakit Dinas Sulawesi Tenggara, dan Puskesmas Kota Kendari. Dari hasil monitoring selama dua bulan implementasi, sistem AI ini terbukti meningkatkan efisiensi layanan diagnostik malaria hingga 70 persen, mengurangi beban kerja tenaga kesehatan, dan meningkatkan kepuasan pasien.

“Sebelum ada sistem ini, kami kadang harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan hasil diagnosis laboratorium. Sekarang, dalam waktu singkat, hasil sudah keluar, dan dokter bisa langsung memberikan resep obat,” bercerita Siti Nurhaliza, seorang pasien malaria yang mendapatkan manfaat dari sistem AI ini di Puskesmas Kendari Barat.

Tidak hanya itu, sistem ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Mahasiswa dan dosen rencananya akan mengembangkan modul tambahan untuk mendeteksi penyakit tropis lainnya seperti dengue dan typhus. Universitas juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa startup teknologi kesehatan untuk komersialis sistem ini agar dapat tersebar lebih luas ke seluruh Indonesia, bahkan ke negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Dr. Hendra Sutrisno menambahkan, “Kami sedang dalam diskusi dengan dua startup yang berminat untuk mengkomersialisasikan teknologi ini. Jika ini terwujud, tidak hanya akan menguntungkan secara finansial bagi universitas, tetapi juga akan membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam ekosistem startup dan entrepreneurship yang berkembang pesat.”

Pelatihan dan Adopsi Berkelanjutan

Untuk memastikan adopsi teknologi ini berjalan lancar, Fakultas Medika telah menyelenggarakan serangkaian pelatihan bagi tenaga kesehatan di fasilitas-fasilitas kesehatan. Tim peneliti telah melatih lebih dari 150 petugas laboratorium dan dokter dalam penggunaan sistem AI ini. Respon dari praktisi kesehatan sangat positif, menunjukkan kesadaran akan pentingnya adopsi teknologi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“Pelatihan yang diberikan sangat komprehensif dan mudah diikuti. Tim peneliti sangat responsif terhadap pertanyaan dan masukan kami. Saya yakin teknologi ini akan menjadi standar diagnosis malaria di masa depan,” ujar Dr. Bambang Sartono, Kepala Laboratorium Rumah Sakit Dinas Sulawesi Tenggara.

Penutup

Penelitian tentang deteksi dini malaria berbasis AI yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari adalah bukti nyata bahwa institusi pendidikan lokal dapat menghasilkan inovasi berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi sinergis antara pengajar yang berpengalaman dengan mahasiswa yang kreatif dan tech-savvy telah menciptakan solusi praktis yang dapat meningkatkan diagnosis kesehatan publik.

Dengan momentum ini, Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkomitmen untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi dengan baik, tidak hanya dalam aspek pendidikan, tetapi juga dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Penelitian ini adalah langkah awal dari berbagai inovasi yang akan terus dikembangkan di fakultas-fakultas lainnya.

Ke depannya, diharapkan bahwa inovasi dari Unismuh Kendari ini dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sekaligus, penelitian ini menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dan bermitra dengan komunitas lokal dalam mengembangkan solusi kesehatan yang berkelanjutan dan berdampak.

(Artikel ditulis berdasarkan siaran pers resmi Universitas Muhammadiyah Kendari dan wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait pada tanggal 02-03 April 2026)

More From Author

Fakultas Medika Universitas Muhammadiyah Kendari Terapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi Klinis Terpadu untuk Hasilkan Dokter Profesional

Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Program Beasiswa Komprehensif, Targetkan 500 Mahasiswa Fakultas Medika Tahun Akademik 2026/2027

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw